1.
Dana pendidikan anak adalah sesuatu yang niscaya, pasti dibutuhkan pada saatnya. Tinggal apakah orangtua mau mempersiapkannya sejak dini, ataukah menunda-nunda seraya berharap akan muncul rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka.
2.
Waktu paling tepat memulai persiapan adalah sejak anak baru dilahirkan. Atau paling lambat saat ini (kalau waktu itu belum kepikiran).
3.
Karena yang dibutuhkan berupa uang, maka cara terbaik ialah investasi.
4.
Pada saat yang sama, orangtua harus mengambil asuransi jiwa.
5.
Asuransi jiwa berfungsi untuk berjaga-jaga agar rencana pendidikan anak tidak kandas jika orangtuanya mengalami “sesuatu”. (Kita tak pernah tahu).
6.
Uang pertanggungan jiwa harus cukup untuk membayar biaya total pendidikan anak sampai lulus perguruan tinggi, serta untuk biaya hidup sampai mereka mandiri.
7.
Biaya total pendidikan yang dihitung adalah biaya pada saat masuknya nanti, bukan biaya saat ini, sebab biaya pendidikan selalu naik setiap tahun akibat faktor inflasi.
8.
Karena faktor inflasi itu pula, maka imbal hasil investasi harus lebih besar daripada inflasi.
9.
Sebuah program yang dipersiapkan untuk dana pendidikan anak harus memuat sekurang-kurangnya tiga skenario.
- Orangtua sehat-selamat-sejahtera
- Orangtua tidak bisa bekerja karena terkena sakit kritis/cacat total
- Orangtua meninggal dunia, secara normal ataupun karena kecelakaan
Skenario mana pun yang terjadi, dana pendidikan anak tetap harus tersedia.
10.
Skenario pada anak hanya ada satu, yaitu skenario pertama. Anak tidak butuh skenario kedua dan apalagi ketiga. Jika skenario kedua yang terjadi, mungkin ia tidak bisa belajar di sekolah secara normal. Jika skenario ketiga yang menimpa, sudah pasti anak tidak usah sekolah, jadi buat apa dana pendidikannya disiapkan?
11.
Dari sini, maka membuka polis asuransi atas nama anak dengan tujuan untuk pendidikan merupakan suatu kekeliruan. Polis tetap atas nama orangtua, hasil investasinya untuk anak.
(Sumber : http://myallisya.com/)
(Sumber : http://myallisya.com/)
►Diposkan oleh
:Yuuki Gasai
:
di
8:28:00 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Artikel Allianz
Disusun Oleh Rysva. Powered by Blogger.
0 komentar:
Post a Comment